Kiat memanfaatkan internet sebaik mungkin
Oleh : Onno W. Purbo

TInternet / komputer seperti juga peralatan yang dibuat oleh manusia lainnya sebetulnya mempunyai kemampuan yang sangat banyak. Akan tetapi manfaat yang dapat kita peroleh dari Internet menjadi beragam tergantung persepsi dan kemampuan / kebutuhan yang ada. Sebagai gambaran, jika seorang pengguna Internet tenyata hanya membutuhkan gambar-gambar porno disamping pekerjaannya sehari-hari yang menyita waktu, maka yang akan diperoleh orang tersebut di Internet memang terutama gambar-gambar yang dia butuhkan.

Tulisan singkat ini mencoba mengupas cara effektif tetapi cukup sederhana untuk dapat memperoleh manfaat maksimal dari Internet. Di bawah ini akan saya coba kupas secara bertahap apa saja yang biasanya perlu kita lakukan agar kita dapat memperoleh perolehan yang maksimal dengan adanya fasilitas Internet.

Tahap pertama – “niat” … mungkin agak mengherankan bagi sebagian pembaca? Ternyata tahap pertama “niat” ini seperti juga dalam shalat menjadi tahapan kunci dari seluruh keberhasilan kita dalam memanfaatkan Internet. Misalnya, jika niat kita untuk menggunakan Internet untuk mencari berita yang menghujat rezim orde baru maka saya yakin yang anda peroleh adalah banyak berita hujatan. Jika niat kita untuk menjadi kaya maka Insya Allah yang akan anda peroleh adalah informasi bisnis / usaha yang menarik yang kemungkinan akan menjadikan anda lebih kaya. dsb. Intinya hasil yang akan kita peroleh akan sangat ditentukan oleh niat awal kita menggunakan Internet. Yang berbahaya adalah orang yang tidak tahu apa yang dia inginkan pada saat masuk ke Internet ….. Jangan kuatir Internet merupakan tempat yang sangat mudah untuk tersesat atau menuju jalan yang sesat🙂 ….

Tahap ke dua – “belajar menyambung ke Internet” tahap ini adalah tahapan yang paling sederhana seperti belajar cara menyambungkan komputer ke Internet, belajar mengambil mail, belajar melakukan browsing di Web. Tahapan awal ini umumnya dapat dilalui dalam perioda yang cukup singkat. Akan tetapi untuk memulai tahapan ini umumnya kebanyakan orang harus melampaui suatu halangan kultural / budaya yang cukup besar, misalnya, cukup banyak yang berfikiran dunia Internet & komputer merupakan dunia yang sangat rumit; adalagi yang berfikiran bahwa Internet akan sangat mahal (memang akan mahal kalau kita mengambil gambar-gambar dsb). Umumnya setelah ditunjukan cara sederhana & effisien untuk mengkaitkan diri ke Internet orang mulai tertarik & dapat dengan mudah berinteraksi melalui Internet seperti halnya menggunakan pesawat telepon atau FAX.

Tahap ke tiga – “belajar mengambil / membaca informasi” .. Pada tahapan ini kita perlu betul-betul mengarahkan diri kita untuk membaca, mengambil informasi secara effisien. Web dapat digunakan seperlunya untuk memperoleh informasi maupun untuk pembanding berbagai informasi yang ada. Pengetahuan tentang berbagai hal dapat kita bangun dengan cara membaca. Mailing list / fasilitas diskusi di Internet ada baiknya di langgan secara spesifik yang betul-betul sesuai dengan kesukaan kita masing-masing. Informasi demikian banyak di Internet, kita harus betul-betul selektif dalam mengambil informasi / berlangganan mailing list / newsgroup untuk memperoleh manfaat yang maksimal dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Pada tahapan ini, kita sebetulnya berhadapan dengan budaya bangsa Indonesia yang paling mendasar … umumnya kebanyakan bangsa Indonesia lebih menyukai budaya “oral” dalam menyampaikan ide / segala sesuatunya; berbeda dengan budaya Indonesia umumnya maka Internet merupakan budaya baca & tulis. Hal ini akan menjadi penghambat utama bagi sebagian besar bangsa Indonesia untuk dapat belajar membaca / mengambil informasi. Mudah-mudahan dengan semakin banyaknya bangsa kita yang terdidik maka budaya baca-tulis menjadi lebih baik lagi.

 

 

Firewall : security internet
Oleh : Eueung Mulyana & Onno W. Purbo

Internet merupakan sebuah jaringan komputer yang sangat terbuka di dunia, konsekuensi yang harus di tanggung adalah tidak ada jaminan keamanan bagi jaringan yang terkait ke Internet. Artinya jika operator jaringan tidak hati-hati dalam menset-up sistemnya, maka kemungkinan besar jaringan yang terkait ke Internet akan dengan mudah dimasuki orang yang tidak di undang dari luar. Adalah tugas dari operator jaringan yang bersangkutan, untuk menekan resiko tersebut seminimal mungkin. Pemilihan strategi dan kecakapan administrator jaringan ini, akan sangat membedakan apakah suatu jaringan mudah ditembus atau tidak.

Firewall merupakan alat untuk mengimplementasikan kebijakan security (security policy). Sedangkan kebijakan security, dibuat berdasarkan perimbangan antara fasilitas yang disediakan dengan implikasi security-nya. Semakin ketat kebijakan security, semakin kompleks konfigurasi layanan informasi atau semakin sedikit fasilitas yang tersedia di jaringan. Sebaliknya, dengan semakin banyak fasilitas yang tersedia atau sedemikian sederhananya konfigurasi yang diterapkan, maka semakin mudah orang orang ‘usil’ dari luar masuk kedalam sistem (akibat langsung dari lemahnya kebijakan security).

Tulisan ini akan mencoba melihat beberapa kebijakan sekuriti yang lazim digunakan pada saat mengkaitkan sebuah jaringan ke Internet.

Firewall

Firewall adalah istilah yang biasa digunakan untuk menunjuk pada suatu komponen atau sekumpulan komponen jaringan, yang berfungsi membatasi akses antara dua jaringan, lebih khusus lagi, antara jaringan internal dengan jaringan global Internet. Firewall mempunyai beberapa tugas :

  • Pertama dan yang terpenting adalah: harus dapat mengimplementasikan kebijakan security di jaringan (site security policy). Jika aksi tertentu tidak diperbolehkan oleh kebijakan ini, maka firewall harus meyakinkan bahwa semua usaha yang mewakili operasi tersebut harus gagal atau digagalkan. Dengan demikian, semua akses ilegal antar jaringan (tidak diotorisasikan) akan ditolak.
  • Melakukan filtering: mewajibkan semua traffik yang ada untuk dilewatkan melalui firewall bagi semua proses pemberian dan pemanfaatan layanan informasi. Dalam konteks ini, aliran paket data dari/menuju firewall, diseleksi berdasarkan IP-address, nomor port, atau arahnya, dan disesuaikan dengan kebijakan security.
  • Firewall juga harus dapat merekam/mencatat even-even mencurigakan serta memberitahu administrator terhadap segala usaha-usaha menembus kebijakan security.

Merencanakan Jaringan Dengan Firewall

Merencanakan sistem firewall pada jaringan, berkaitan erat dengan jenis fasilitas apa yang akan disediakan bagi para pemakai, sejauh mana level resiko-security yang bisa diterima, serta berapa banyak waktu, biaya dan keahlian yang tersedia (faktor teknis dan ekonomis). Firewall umumnya terdiri dari bagian filter (disebut juga screen atau choke) dan bagian gateway (gate). Filter berfungsi untuk membatasi akses, mempersempit kanal, atau untuk memblok kelas trafik tertentu. Terjadinya pembatasan akses, berarti akan mengurangi fungsi jaringan. Untuk tetap menjaga fungsi komunikasi jaringan dalam lingkungan yang ber-firewall, umumnya ditempuh dua cara :

  • Pertama, bila kita bayangkan jaringan kita berada dalam perlindungan sebuah benteng, komunikasi dapat terjadi melalui pintu-pintu keluar benteng tersebut. Cara ini dikenal sebagai packet-filtering, dimana filter hanya digunakan untuk menolak trafik pada kanal yang tidak digunakan atau kanal dengan resiko-security cukup besar, sedangkan trafik pada kanal yang lain masih tetap diperbolehkan.
  • Cara kedua, menggunakan sistem proxy, dimana setiap komunikasi yang terjadi antar kedua jaringan harus dilakukan melalui suatu operator, dalam hal ini proxy server. Beberapa protokol, seperti telnet dan SMTP(Simple Mail Transport Protocol), akan lebih efektif ditangani dengan evaluasi paket (packet filtering), sedangkan yang lain seperti FTP (File Transport Protocol), Archie, Gopher dan HTTP (Hyper-Text Transport Protocol) akan lebih efektif ditangani dengan sistem proxy. Kebanyakan firewall menggunakan kombinasi kedua teknik ini (packet filtering dan proxy).

0 Responses to “information & technology”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: